Kamis, 09 Januari 2014

My 2013!!

January
January make a journey. Perjalanan yang panjang saya tempuh ke ujung timur pulau Jawa. Menyambangi rusa, monyet, merak dan banteng. Lalu berlanjut ke sebuah kawah yang mengeluarkan api berwarna biru. Hanya ada dua di dunia. Sebenarnya perjalanan ini adalah hadiah setelah karya ilmiah a.k.a skripsi di setujui sampai BAB III. Dengan persiapan dua minggu saja, berangkatlah saya bersama beberapa teman SMA. Nice Trip!

February
Bulan ini penuh keceriaan dan cinta. My sister got married. Persiapan beberapa bulan sebelumnya terbayar dengan air mata kebahagiaan. Ketika semua orang meneriakkan kata SAH! Bulan ini juga bulan yang penuh drama. Kenyataan menjijikan dari orang yang tak disangka-sangka membuat mual jika diingat. But, it's ok to face up the disgusting tragedy.

March
Galaunya bukan main di akhir bulan. Batas daftar sidang di akhir bulan sempat ketar-ketir karena ada data yang salah dan baru tahu di akhir. Rasanya pengen nangis kalau harus ngulang dari awal lagi. Untuk bapak pembimbing, your SPG theory give me huge strength to face that day. Walau akhir bulan rasanya deg-degan dan pengen nangis, awal bulan sangat bahagia. Perlakuan super special dari teman-teman special membuat terharu sekaligus sedih. Seneng karena perhatian mereka luaaaaar biasa sampai bikin spanduk dan kue ultah cantik. Tapi juga sedih ngeliat kenyataan maybe this is my last birthday party with them. (versi lengkap banget)

April
Deg-degan nunggu jadwal sidang yang tak kunjung datang. Tiap hari belajar dari pagi sampai malam. Berguru dengan orang-orang baik nan cerdas di ruang 6 perpus pusat. Semua dengan satu tujuan yang akhirnya jatuh pada tanggal 18 April 2013. Hari yang bersejarah dengan sidang yang penuh tawa. I know that's You, yang membuat semua ini menjadi mudah. Dan doa dari mushola kecil disalah satu sudut rumah yang terus melantunkan  Al Fatihah hingga 1000 kali. (nangis banget saat tahu itu terjadi). Dukungan dan kekuatan kalian semua saya pakai hari itu untuk menyelesaikan 3 tahun 8 bulan di tanah rantau yang sudah seperti rumah kedua.


May
Bulan tersibuk mungkin. Melakukan perjalanan perayaan kelulusan dengan 3 orang teman wanita. Perjalanan yang ada di salah satu travel list saya, Bromo. Menghabiskan gajian terakhir di tempat kerja kemarin. Naik jeep, liat sunrise, dan glesoran di pasir berbisik. Alhasil pigmen kulit hitam semakin menyeruak keluar. Bedak adalah penyelamat kulit saat wisuda nanti. Setelah berjalan ke Timur lanjut ke ujung Barat pulau Jawa dengan beberapa perayaan. Adalah 21 Mei 2013 resmi tali topi toga saya bergeser dari kiri ke kanan. Kehadiran keluarga dan beberapa teman terbaik adalah kado terindah terlepas dari perayaan itu sendiri. Paket lengkap. Tentu saja hal ini adalah sebuah awal baru untuk tahap hidup selanjutnya. Persiapan tisu untuk beberapa farewell party harus ditumpuk mulai sekarang. 

June
Mulai bergerak kemana-mana untuk menyambut rezeki dari Alloh. Munafik rasanya jika kita hanya diam ditempat dan hanya menunggu. Kesadaran lain muncul menyadari kenyataan bahwa waktu saya di kota ini akan segera berakhir. Artinya menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih di kota ini dan selalu ada untuk mereka adalah kewajiban saya. Mengitari penjuru Yogyakarta dari hiruk pikuk kota hingga deburan ombak di selatan sana. Menangis sampai sesak di malam perpisahan dengan rumah saya selama 4 tahun ini. Memeluk mereka satu per satu saat video kenangan kita selesai diputar. Mengangkut barang dan boks-boks kenangan menuju kota kelahiran. Walau kita masih bertemu nanti, tapi ini perpisahan paling menyedihkan bagi saya.

July
Penuh ibadah. Bulan ketika tidak ada lagi beban skripsi dan fokus utama adalah bersyukur. Bersyukur dengan semakin mendekat kepadaNya. Semakin dekat dengan ibu-ibu mushola setelah tarawih. Belajar menyiapkan hidangan buka puasa dan sahur serta menepati target-terget ibadah dengan manajemen waktu yang ketat. Juli setahun yang lalu, saya belajar bersama tawa riang anak kelas enam SD. Bermain puzzle wajah, menyanyi lagu kebangsaan bersama, menanam benih tanaman di polybag dan tentu saja menangis membaca surat-surat polos kalian agar kami tidak melupakan dan suatu saat kembali. Juli ini penuh renungan. Kesempatan yang baik untuk mendekat padaMu dan pada keluarga.

August
Happy Eid Mubarak. Hari ketika janji Tuhan memberi banyak berkah bagi yang menjalankan Ramadhan dengan baik. Menyambangi rumah tetangga dan saudara. Merajut benang-benang silaturahmi dan menariknya menjadi senyuman maaf dan rantai-rantai doa. Masih dipertemukan dengan Ramadhan saja sudah merupakan berkah tersendiri. Menghadiri wisuda teman lama dan berkumpul bersama sahabat yang makin lama makin ulala. Reuni teman putih biru di acara buka bersama. Ada rasa yang menyenangkan dibalik kehidupan yang semakin mendesak maju.

September
Mulai lagi mendaftar-mencari rezeki. Lebih sering bingung. Bulan galau cari kerja. Banyak pertanyaan dari orang. Bingung jawabnya. Kadang cuma senyum saja. Kita harus memilih kan? Layaknya usaha kita tak mereka lihat. Jangan liat hasil dan tujuannya, lihatlah usaha dan prosesnya.

October
Nekat menembus hujan lebat untuk camping di desa tertinggi di Pulau Jawa. Mulai bosan dengan situasi yang terus sama. Berkenalan dengan banyak karakter dan mencoba jadi motivator bagi kagalauan beberapa sahabat. Belajar Indonesia dan belajar rumah tangga. Masih dengan pertanyaan yang sama, masih dengan jawaban yang sama. Masih menutupi sabuah rahasia dan masih berusaha melempar sauh agar tidak kembali di bibir pantai.

November
Banyak kesibukan membuat hari-hari terasa lebih cepat. Menapaki proses kehidupan. Berlibur bersama keluarga di sebuah candi serta mengunjungi sanak keluarga jauh. Berbagai macam tes dan berbagai macam harapan. Ada kenyataan yang harus dihadapi bahwa terkadang aksi tidak sama dengan rekasi. Walau mungkin reaksi ada berbagai bentuk. Bulan ini dihabiskan dengan ribuan doa untuk ini dan "itu".

December
Semacam penantian panjang yang terjawab hanya dengan rentetan tulisan. Menyaksikan luapan Alhamdulillah di langit-langit rumah yang mereka lafalkan. Subuh yang indah, keluarga yang hangat, rumah yang semakin lengang. Semuanya lengkap. Tambahan anggota baru di rumah kami membuat hidup semakin terasa. Bersyukur dan bersabar itu kuncinya.

Bama Beach (Baluran National Park) | photo by: Ardiyanta
The Most Beneficent (Allah)!  Has taught (you mankind) the Qur'an (by His Mercy). He created man. He taught him eloquent speech. (QS: Ar Rahman 1-4).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

teman