Selasa, 18 Desember 2012

Terlalu Takut (edisi puisi pesanan)


Ketika ketakutan tak kunjung menemui jalan, ketakutan itulah yang akan menjadi keberanian
Aku terlalu takut untuk mengatakannya..
Membuatmu tahu bahwa belakangan ini aku mulai terkesima
Menetapkan hati yang mulai menepi ke pelabuhannya

Aku terlalu takut untuk mengatakannya..
Bahkan untuk memberi sinyal bahwa aku ada
Mengharuskan mata untuk mencari pandangan lain ketika takut bertemu

Aku terlalu takut untuk mengatakannya..
Bahkan aku takut untuk memikirkannya dalam otakku
Ketika kau ada seakan kau bisa membaca pikirannku

Aku terlalu takut untuk mengatakannya..
Memberi ruang untuk yang ada dan datang
Hanya untuk memastikan ini ruang ini akan kau tempati

Aku terlalu takut untuk mengatakannya..
Menunggu malam datang baru berani bilang
Namun ketika telah datang aku kembali menunggu pagi, begitu seterusnya

Aku terlalu takut untuk mengatakannya..
Hanya lewat garis vertical dengan pemilikmu
Aku mulai bercerita, meminta, dan mengikhlaskan ketika kau harus dijalur yang berbeda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

teman